














– Dunia hiburan digital kembali digemparkan oleh sosok kreator yang sedang naik daun: Angelchan – Devilchan. Nama yang unik ini mungkin sudah tak asing bagi para pengguna media sosial, terutama mereka yang aktif mengikuti tren di platform Twitter, Dood Telegram, Terabox, hingga Justpaste.it.
Dengan gaya khas yang memadukan nuansa angelic dan devilish, serta persona hijab ukhty yang menawan, Angelchan – Devilchan berhasil memikat hati banyak warganet Indonesia.
Fenomena Baru di Dunia Digital
Dalam beberapa bulan terakhir, nama Angelchan – Devilchan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform digital. Ia dikenal sebagai kreator dengan konsep yang tidak biasa — memadukan sisi lembut dan sisi misterius dalam satu persona.
“Angel” merepresentasikan sisi lembut, kalem, dan inspiratif, sementara “Devil” menggambarkan karakter berani, kreatif, dan penuh kejutan. Kombinasi dua karakter inilah yang membuatnya berbeda dari kreator lain.
Netizen menyebut gaya komunikasinya sebagai “vibe ukhty tapi rebel”, sebuah kontras yang justru membuatnya menarik. Di saat banyak kreator hijab tampil dengan gaya aman, Angelchan – Devilchan berani tampil beda dengan sentuhan seni dan ekspresi bebas yang tetap dalam batas etika.
Dari Hobi Menjadi Fenomena
Sebelum dikenal luas, Angelchan – Devilchan memulai perjalanannya sebagai penggemar seni visual dan audio digital. Ia sering membuat asupan video bernuansa estetik — kadang menenangkan, kadang energik — dengan sentuhan gaya khas ala kreator Jepang dan Korea.
Tak disangka, karya-karyanya mulai viral karena punya emosi visual yang kuat dan autentik.
“Awalnya cuma iseng bikin video dengan nuansa warna biru dan hitam,” tulisnya dalam salah satu unggahan. “Tapi ternyata banyak yang suka, karena katanya vibes-nya bikin tenang.”
Kini, unggahannya sering jadi bahan bahasan di forum-forum hiburan. Banyak penggemar yang menyebut Angelchan – Devilchan sebagai ‘mystery girl of Tobrut’, karena gaya kontennya yang penuh teka-teki dan visual yang sinematik.
Menang Kompetisi Nyanyi, Buka Lembaran Baru
Baru-baru ini, Angelchan – Devilchan kembali mencuri perhatian publik setelah dikabarkan menang dalam kompetisi menyanyi online bertema “Voice of Digital Era 2025”. Kompetisi itu diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah, namun penampilan Angelchan – Devilchan berhasil mencuri hati juri dan penonton berkat suaranya yang lembut tapi kuat secara emosi.
Lagu yang dibawakannya, berjudul “Between Light and Shadow”, mencerminkan dualitas dari persona Angelchan – Devilchan itu sendiri. “Aku ingin menyampaikan bahwa setiap manusia punya sisi baik dan buruk, dan itu bukan hal yang harus disembunyikan,” ungkapnya dalam sesi wawancara daring seusai pengumuman pemenang.
Kemenangannya ini langsung membuat tagar #AngelchanWins trending di Twitter Indonesia. Ribuan penggemar membanjiri kolom komentarnya dengan ucapan selamat, dan banyak yang menunggu apakah ia akan merilis single profesional dalam waktu dekat.
Dikenal Lewat Gaya “Hijab Futuristik”
Salah satu ciri khas Angelchan – Devilchan adalah gayanya yang disebut Hijab Futuristik. Ia sering tampil dengan paduan busana monokrom, pencahayaan LED lembut, dan aksesoris minimalis.
Gaya ini dianggap sebagai simbol bahwa hijab juga bisa tampil modern dan penuh karakter tanpa harus kehilangan esensinya.
“Dia berhasil membawa estetika baru dalam dunia hijab,” ujar salah satu pengamat media sosial. “Bukan hanya soal gaya, tapi soal attitude dan pesan yang dia sampaikan.”
Angelchan – Devilchan juga sering berkolaborasi dengan kreator lain, terutama di komunitas digital art dan cinematic content creator. Hasilnya, banyak video pendek kolaboratif yang viral di Twitter dan Dood Telegram, memperkuat citranya sebagai ikon kreatif yang tidak terkotak dalam satu genre.
Ketenaran dan Kontroversi
Seperti banyak kreator viral lain, perjalanan Angelchan – Devilchan tidak selalu mulus. Beberapa waktu lalu, ia sempat menuai kontroversi karena dianggap terlalu “berani” dalam mengekspresikan dirinya di dunia digital.
Namun, Angelchan – Devilchan menanggapinya dengan dewasa.
“Kalau semua orang selalu bermain aman, dunia ini nggak akan punya warna,” tulisnya dalam salah satu unggahan di Terabox. “Aku hanya ingin jadi diriku sendiri — versi terbaik yang bisa aku capai.”
Ungkapan itu langsung disambut dukungan dari para penggemarnya. Banyak yang memuji kejujurannya dalam berkarya dan keberaniannya untuk tampil otentik.